Phrasal verb bahasa Inggris bisnis membantu komunikasi kerja terdengar natural dalam meeting, wawancara, negosiasi, dan koordinasi tim. Kampung Inggris Pare menyusun 30 frasa yang benar-benar berguna bagi profesional, founder, dan kandidat kerja. Kuncinya bukan terdengar rumit, tetapi memilih register yang tepat.
Apakah phrasal verbs otomatis membuat bahasa Inggris terdengar lebih profesional?
Tidak selalu. Banyak phrasal verbs sangat natural dalam percakapan bisnis, tetapi beberapa situasi formal justru lebih tepat memakai verba tunggal seperti investigate, implement, atau terminate.
Karena itu, target Anda bukan mengganti semua kata sederhana. Targetnya adalah terdengar jelas, efisien, dan sesuai konteks.
Meeting dan wawancara cenderung lebih fleksibel
Dalam meeting, interview, presentasi, dan komunikasi internal, phrasal verbs sering terdengar lebih natural. Frasa seperti follow up, bring up, dan run through sangat umum karena langsung dan mudah dipahami.
Kontrak dan dokumen legal butuh register lebih formal
Untuk kontrak, kebijakan, atau memo legal, jangan memaksakan phrasal verb bila ada istilah formal yang lebih presisi. Misalnya, close down mungkin terdengar natural dalam percakapan, tetapi cease operations bisa lebih tepat dalam dokumen resmi.
30 phrasal verb bahasa Inggris bisnis yang paling berguna
Daftar ini dibagi berdasarkan fungsi bisnis agar mudah dipakai dalam meeting, interview, negosiasi, dan ekspansi perusahaan.
| No. | Phrasal Verb | Makna Bisnis | Contoh Profesional |
|---|---|---|---|
| 1 | Follow up | Menindaklanjuti | I’ll follow up on the proposal tomorrow. |
| 2 | Bring up | Mengangkat topik | I’d like to bring up one concern before we proceed. |
| 3 | Look into | Menyelidiki atau meninjau | We’ll look into the issue and get back to you. |
| 4 | Carry out | Melaksanakan | The team will carry out the market analysis next week. |
| 5 | Set up | Mendirikan atau mengatur | We set up a meeting with the regional partner. |
| 6 | Draw up | Menyusun dokumen resmi | Legal will draw up the contract after approval. |
| 7 | Take over | Mengambil alih | She will take over the account starting next quarter. |
| 8 | Break down | Menguraikan | Let me break down the cost structure for you. |
| 9 | Build up | Membangun atau memperkuat | We need to build up trust before discussing price. |
| 10 | Cut down | Mengurangi | We’re trying to cut down operating costs. |
| 11 | Scale up | Memperbesar skala | We plan to scale up production in Q4. |
| 12 | Team up with | Bermitra dengan | We teamed up with a local distributor. |
| 13 | Work out | Menemukan solusi atau kesepakatan | I’m confident we can work out a better payment term. |
| 14 | Sort out | Menyelesaikan masalah | We’ll sort out the logistics before launch. |
| 15 | Pitch in | Ikut membantu | Everyone pitched in to finish the proposal. |
| 16 | Point out | Menunjukkan | I’d like to point out one risk in the current plan. |
| 17 | Run through | Meninjau secara cepat | Let’s run through the agenda before the client joins. |
| 18 | Hold on | Menunggu sebentar | Please hold on while I check the latest figures. |
| 19 | Bring in | Mendatangkan sumber daya atau ahli | We may need to bring in an external consultant. |
| 20 | Hand over | Menyerahkan tanggung jawab | I’ll hand over the account to our regional manager. |
| 21 | Step up | Meningkatkan usaha atau tanggung jawab | We need to step up our customer support. |
| 22 | Take on | Menerima tanggung jawab baru | I’m ready to take on a larger regional role. |
| 23 | Get back to | Memberi respons lanjutan | I’ll get back to you by Friday with a final answer. |
| 24 | Check on | Memeriksa status | I’ll check on the shipment status this afternoon. |
| 25 | Push forward | Mendorong proyek agar maju | We need to push forward with the rollout. |
| 26 | Call off | Membatalkan | They called off the meeting because of the merger update. |
| 27 | Close down | Menutup operasi | The company closed down one underperforming unit. |
| 28 | Join in | Ikut berpartisipasi | Feel free to join in if you have another perspective. |
| 29 | Wrap up | Menyimpulkan atau mengakhiri | Let’s wrap up the meeting with three action points. |
| 30 | Roll out | Meluncurkan secara bertahap | We’ll roll out the new platform across three markets. |
Substitusi dari formulasi konvensional ke Business English
Perbedaan berikut bukan berarti kalimat sederhana salah. Tujuannya adalah menunjukkan bentuk yang lebih natural dalam komunikasi profesional sehari-hari.
| Formulasi Konvensional | Formulasi Business English | Konteks |
|---|---|---|
| I will check it. | I’ll look into it. | Masalah atau investigasi |
| I will reply later. | I’ll get back to you. | Email atau respons klien |
| Let’s review the agenda. | Let’s run through the agenda. | Meeting |
| We will do the plan. | We’ll carry out the plan. | Eksekusi |
| We make it bigger. | We’ll scale up the operation. | Ekspansi |
| Let’s make a contract. | Let’s draw up a contract. | Legal atau komersial |
| We cancel the meeting. | We’ll call off the meeting. | Jadwal |
| Let’s finish the meeting. | Let’s wrap up the meeting. | Penutup meeting |
Phrasal verbs terbaik untuk wawancara kerja profesional
Dalam interview, pilih phrasal verb yang menunjukkan tanggung jawab, problem solving, dan kemampuan kolaborasi. Hindari memasukkan terlalu banyak frasa hanya untuk terdengar canggih.
Take on untuk menunjukkan kesiapan tanggung jawab
Contoh: In my previous role, I took on responsibility for two regional accounts. Kalimat ini natural untuk menunjukkan perluasan scope kerja.
Step up untuk menunjukkan leadership
Contoh: I stepped up when the team needed someone to coordinate the launch. Frasa ini cocok untuk menceritakan situasi ketika Anda mengambil peran lebih besar.
Work out untuk menunjukkan problem solving
Contoh: We worked out a new process that reduced turnaround time. Frasa ini terdengar kuat karena menunjukkan proses menuju solusi.
Phrasal verbs yang efektif dalam meeting dan negosiasi
Meeting membutuhkan bahasa yang efisien. Phrasal verb yang baik membantu Anda membuka topik, memperjelas risiko, dan mengarahkan keputusan.
Bring up untuk membuka isu sensitif
I’d like to bring up one concern before we sign off. Formulasi ini lebih natural daripada membuka dengan kritik langsung.
Point out untuk menunjukkan fakta tanpa terdengar agresif
I’d like to point out that the delivery window is quite tight. Frasa ini berguna ketika Anda perlu menyampaikan risiko atau ketidaksesuaian.
Work out untuk membangun kompromi
I’m sure we can work out a payment structure that works for both sides. Ini lebih kolaboratif daripada langsung menolak proposal lawan bicara.
Phrasal verbs untuk ekspansi bisnis dan level manajemen
Pada level manajemen, frasa yang paling berguna berkaitan dengan pertumbuhan, transisi, pengambilalihan, dan implementasi.
Scale up untuk pertumbuhan
We need to scale up operations before entering the second market. Gunakan saat membahas kapasitas, produksi, distribusi, atau tim.
Take over untuk transisi kepemimpinan atau akuisisi
The regional team will take over client management from January. Dalam konteks korporat, frasa ini juga sering dipakai untuk akuisisi atau pengambilalihan fungsi.
Roll out untuk peluncuran bertahap
We’ll roll out the service in three phases. Frasa ini cocok untuk produk, sistem, kebijakan, atau implementasi lintas wilayah.
Kapan sebaiknya tidak memakai phrasal verb?
Jika dokumen membutuhkan ketepatan hukum atau teknis, pilih istilah yang lebih formal bila maknanya lebih presisi. Jangan memakai phrasal verb hanya karena terdengar lebih “native”.
| Percakapan Bisnis | Alternatif Formal | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| look into | investigate | Audit, compliance, laporan resmi |
| carry out | implement / execute | Dokumen kebijakan |
| close down | cease operations | Dokumen legal |
| call off | cancel | Kontrak atau notifikasi formal |
| hand over | transfer responsibility | Dokumen serah terima |
Bagaimana melatih phrasal verb agar tidak terdengar dipaksakan?
Jangan menghafal daftar tanpa konteks. Belajar melalui kalimat utuh akan membuat Anda memahami register, kolokasi, dan situasi pemakaian.
- Pilih lima phrasal verb per minggu.
- Buat satu contoh untuk meeting, satu untuk email, dan satu untuk interview.
- Rekam diri sendiri mengucapkan contoh tersebut.
- Ganti contoh umum dengan konteks pekerjaan Anda.
- Gunakan kembali frasa yang sama sampai terasa otomatis.
Program yang relevan untuk Business English dan speaking profesional
Jika Anda ingin melatih komunikasi profesional secara lebih aktif, lihat program Speaking 1 Bulan Kampung Inggris Pare. Program ini membantu membangun respons lisan, kelancaran, dan confidence untuk situasi kerja.
Untuk membandingkan jalur belajar lain, buka daftar program Kampung Inggris Pare.
FAQ tentang phrasal verb bahasa Inggris bisnis
Bagian ini menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat profesional mulai memperbaiki register bahasa Inggris mereka.
- Q: Apakah phrasal verbs cocok untuk interview?
A: Ya, selama natural dan sesuai konteks. Frasa seperti take on, step up, dan work out sangat berguna. - Q: Apakah phrasal verbs cocok untuk email formal?
A: Sebagian cocok, misalnya follow up dan get back to. Untuk email legal atau compliance, verba formal sering lebih tepat. - Q: Apakah “draw up a contract” benar?
A: Ya. Frasa ini umum untuk menyusun kontrak atau dokumen resmi. - Q: Mana yang lebih profesional, “look into” atau “investigate”?
A: Keduanya benar. Look into lebih natural dalam percakapan, sedangkan investigate lebih formal dan presisi. - Q: Berapa phrasal verb yang perlu dihafal?
A: Fokus pada frasa yang benar-benar relevan dengan pekerjaan Anda. Menguasai 20–30 secara aktif lebih berguna daripada mengenal ratusan secara pasif.
Naikkan kualitas komunikasi bisnis, bukan sekadar jumlah kosakata
Phrasal verbs membantu Anda terdengar lebih natural dalam meeting, interview, dan negosiasi jika dipakai pada konteks yang tepat. Kampung Inggris Pare menyediakan program Speaking terstruktur untuk melatih respons profesional, kelancaran, dan confidence saat berkomunikasi dengan tim atau klien internasional.
