Bedah Kriteria Penilaian Ielts Rahasia Tembus Band 7 0 Yang Sering Diabaikan

Bedah Kriteria Penilaian IELTS

Rahasia IELTS Tembus Band 7.0+ yang Sering Diabaikan

Poin Kunci Penilaian (Update 2026):

  • Bukan Sekadar Grammar: Banyak peserta terjebak hanya memperbaiki tata bahasa, padahal Grammar hanya menyumbang 25% dari total nilai.
  • 4 Pilar Utama: Skor Anda ditentukan oleh Task Achievement/Response, Coherence & Cohesion, Lexical Resource, dan Grammatical Range & Accuracy.
  • Bahaya “Big Words”: Menggunakan kosakata sulit tapi salah konteks (unnatural) justru menurunkan skor. IELTS mencari ketepatan (precision), bukan pamer kata.
  • Logika adalah Raja: Di Writing Task 2, alur argumen yang runut (Coherence) seringkali lebih penting daripada struktur kalimat yang rumit.

Pernahkah Anda mendengar cerita seseorang yang fasih berbicara bahasa Inggris (cas-cis-cus) tapi saat tes IELTS skornya hanya 5.5 atau 6.0? Sebaliknya, ada orang yang bicaranya pelan dan sederhana, tapi bisa dapat Band 7.0.

Di tahun 2026 ini, fenomena tersebut semakin umum. Masalahnya bukan pada kemampuan bahasa Inggrisnya, melainkan pada pemahaman terhadap aturan main.

IELTS adalah tes terstandarisasi. Penguji tidak menilai berdasarkan “perasaan”, melainkan berdasarkan rubrik ketat yang disebut Band Descriptors. Di LKP Webster Kampung Inggris, kami mengajarkan siswa untuk “berpikir seperti penguji”. Berikut adalah bedah rahasianya.

Memahami 4 Pilar Penilaian (The Big Four)

Baik untuk Writing maupun Speaking, nilai Anda dibagi rata ke dalam 4 komponen, masing-masing bernilai 25%. Mengacu pada panduan resmi IELTS.org Scoring Detail, berikut rinciannya:

1. Task Achievement / Response (25%)

Ini adalah soal “Apakah Anda menjawab pertanyaan?”.

  • Di Writing: Jika soal meminta “Discuss both views”, tapi Anda hanya membahas satu sisi, skor maksimal Anda terkunci di Band 5.0 atau 6.0, sebagus apapun bahasa Inggris Anda.
  • Di Speaking: Apakah Anda mengembangkan jawaban dengan detail, atau hanya menjawab “Yes/No”?

2. Coherence & Cohesion (25%)

Ini adalah soal “Logika dan Alur”.

  • Coherence: Apakah ide Anda nyambung dan mudah diikuti?
  • Cohesion: Apakah Anda menggunakan kata hubung (Linking Words) seperti “However”, “Furthermore”, “Consequently” dengan tepat dan tidak berlebihan? Penggunaan kata hubung yang “maksa” justru mengurangi nilai.

3. Lexical Resource (25%)

Ini adalah soal “Kosakata (Vocabulary)”.

Mitos terbesar di Indonesia adalah: “Harus pakai kata-kata dewa (High-level words) biar skor tinggi.”

Fakta: Penguji mencari Kolokasi (Collocations)—pasangan kata yang alami. Contoh: Daripada bilang “Do a mistake” (salah), lebih baik bilang “Make a mistake” (benar/natural). Ketepatan lebih mahal harganya daripada kerumitan.

4. Grammatical Range & Accuracy (25%)

Ini adalah soal “Variasi dan Ketepatan Tata Bahasa”.

Jangan hanya pakai kalimat simpel (SPOK). Gunakan variasi Compound Sentences (kalimat majemuk) dan Passive Voice. Namun ingat, akurasi tetap nomor satu. Satu kalimat kompleks yang salah lebih buruk daripada dua kalimat sederhana yang benar.

Studi Kasus: Mengapa Skor Stuck di 6.0?

Berdasarkan analisis data siswa di kelas IELTS Preparation Webster, berikut penyebab utama stagnasi skor:

Masalah Umum Penyebab (Berdasarkan Kriteria) Solusi
Tulisan berputar-putar Lemah di Coherence Buat kerangka karangan (Outline) sebelum menulis.
Banyak pengulangan kata Lemah di Lexical Resource Pelajari sinonim dan parafrase (Paraphrasing).
Jawaban Speaking terlalu pendek Lemah di Fluency/Task Response Gunakan metode AREA (Answer, Reason, Example, Alternative).
Hafalan template Terdeteksi penguji (Penalti) Belajar pola kalimat, jangan menghafal naskah utuh.

Jika ada satu skill “dewa” dalam IELTS, itu adalah Paraphrasing (mengungkapkan kembali ide yang sama dengan kata-kata berbeda).

  • Soal: “Computers are becoming essential in education.”
  • Jawaban Band 5.0: Mengulang kalimat sama persis.
  • Jawaban Band 7.0: “Technology plays an indispensable role in academic settings.”

Kemampuan ini dinilai tinggi dalam komponen Lexical Resource. Kami melatih ini secara intensif di semua program IELTS kami.

FAQ – Kriteria Penilaian IELTS

Berikut adalah 8 pertanyaan seputar cara penguji memberi nilai:

  • Q: Apakah aksen (British/American) mempengaruhi nilai Speaking?
    A: TIDAK SAMA SEKALI. IELTS menilai Pronunciation (kejelasan pengucapan), bukan aksen. Aksen medok (Jawa/Sunda) tidak masalah selama suaranya jelas dan intonasinya tepat.
  • Q: Jika tulisan saya kurang dari 250 kata (Task 2), apakah nilainya dikurangi?
    A: Ya, Anda akan terkena penalti di komponen Task Response (Underlength). Selalu tulis minimal 250 kata.
  • Q: Apakah tulisan tangan yang jelek mengurangi nilai?
    A: Selama masih bisa dibaca (legible), tidak mengurangi nilai. Tapi jika penguji tidak bisa membacanya, kata tersebut tidak dihitung. Jika ragu, ambil tes komputer (CD IELTS).
  • Q: Berapa banyak kesalahan grammar yang ditoleransi untuk Band 7.0?
    A: Band 7.0 memperbolehkan “sedikit kesalahan” (frequent error-free sentences). Jika kesalahan grammar terjadi di hampir setiap kalimat, skor akan jatuh ke 5.0 atau 6.0.
  • Q: Apakah saya harus menggunakan idiom di Speaking?
    A: Sangat disarankan untuk mencapai Band 7.0+, tapi gunakan dengan natural. Jangan memaksakan idiom “It’s raining cats and dogs” jika tidak pas konteksnya.
  • Q: Siapa yang menilai tes saya? Komputer atau Manusia?
    A: Untuk Listening & Reading (pilihan ganda) dinilai komputer/sistem. Tapi untuk Writing & Speaking, 100% dinilai oleh penguji manusia yang tersertifikasi.
  • Q: Bagaimana cara LKP Webster membantu menaikkan skor Lexical Resource?
    A: Kami memiliki sesi khusus Vocabulary Building yang fokus pada topik-topik umum IELTS (Lingkungan, Pendidikan, Teknologi) agar Anda punya “bank kata” yang cukup.
  • Q: Apakah saya bisa minta evaluasi (Remarking) jika tidak puas dengan nilai?
    A: Bisa. Proses ini disebut Enquiry on Results (EOR). Anda harus membayar biaya tertentu, yang akan dikembalikan jika nilai Anda berubah naik.

Pahami Aturannya, Menangkan Permainannya

Mengejar skor IELTS tanpa memahami Band Descriptors ibarat bermain sepak bola tapi tidak tahu cara mencetak gol.

Di LKP Webster Kampung Inggris, kami tidak hanya mengajarkan Bahasa Inggris, kami mengajarkan Cara Menang. Siapkan strategi Anda bersama ahlinya.

Cek Kemampuan Vocab & Grammar Anda!

Apakah Anda sudah siap tembus Band 7.0? Tes sekarang, gratis.

→ Tes Simulasi EPT Online (Gratis)
→ Info Kelas Strategi IELTS


Disclaimer: Penjelasan mengenai Band Descriptors dalam artikel ini adalah ringkasan edukatif. Untuk pedoman penilaian lengkap dan resmi, silakan merujuk ke publikasi Public Band Descriptors dari British Council, IDP, dan Cambridge Assessment English.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *