Kampung Inggris Pare membantu pelamar LPDP memahami pilihan tes bahasa yang paling efisien. Untuk jalur LPDP 2026 yang menerima TOEP dan TOEFL ITP, keduanya dapat memenuhi syarat jika skor dan penerbit sertifikat sesuai ketentuan. Perbedaan paling terasa ada pada biaya, format, akses tes, dan strategi mencapai skor target.
Jawaban singkat: jika tujuan Anda murni mengejar syarat bahasa LPDP Dalam Negeri dan skema yang Anda pilih menerima TOEP, TOEP biasanya lebih ekonomis. Namun TOEFL ITP lebih cocok bila Anda juga membutuhkan sertifikat dengan ekosistem penggunaan akademik yang lebih luas.
Apakah TOEP dan TOEFL ITP diterima LPDP 2026?
Ya, pada sejumlah skema LPDP 2026, TOEP yang diselenggarakan PLTI dan TOEFL ITP dari lembaga resmi sama-sama tercantum sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. Contohnya, Beasiswa SHARE Tahap 2 2026 menetapkan skor minimal 500 untuk Magister Dalam Negeri dan 530 untuk Doktor Dalam Negeri baik untuk TOEP maupun TOEFL ITP.
Ada catatan penting: syarat bahasa berbeda antarprogram. Beberapa skema afirmasi atau jalur tertentu menyatakan pendaftar tujuan dalam negeri tidak wajib menyerahkan sertifikat bahasa Inggris. Karena itu, cek halaman resmi skema yang Anda daftar sebelum membeli tes.
Sumber resmi: persyaratan Beasiswa SHARE LPDP 2026.
Perbandingan TOEP vs TOEFL ITP untuk LPDP Dalam Negeri
| Kriteria | TOEP PLTI | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Biaya resmi | Rp388.500 termasuk PPN menurut PLTI | Rp550.000-Rp750.000 menurut IIEF, bergantung lokasi dan test center |
| Keterampilan utama | Listening dan Reading | Listening, Structure and Written Expression, Reading |
| Format | Tes daring berbasis komputer multimedia | Paper-based atau digital |
| Durasi | Bergantung distribusi waktu sesi TOEP yang ditetapkan PLTI | TOEFL ITP Level 1: 115 menit |
| Jumlah soal | Fokus pada bagian Listening dan Reading | Level 1: 140 soal |
| Skala skor | PLTI menampilkan skala sekitar 310-642 pada halaman TOEP saat ini | Level 1: 310-677 |
| Masa berlaku sertifikat | 2 tahun menurut PLTI | Umumnya 2 tahun menurut ETS |
| Akses penyelenggaraan | Melalui PLTI, termasuk skema tes daring | Melalui test center resmi/mitra ETS-IIEF, dengan opsi paper atau digital |
Referensi biaya dan format: TOEP PLTI, FAQ TOEFL ITP IIEF, dan format TOEFL ITP resmi ETS.
Mana yang lebih murah?
Dari tarif resmi yang tampil saat artikel ini diperbarui, TOEP memiliki keunggulan jelas pada biaya. PLTI mencantumkan biaya Rp388.500 termasuk PPN, sedangkan IIEF menyebut rentang biaya TOEFL ITP Rp550.000-Rp750.000 tergantung test center dan lokasi.
Artinya, selisih minimum antara tarif TOEP dan batas bawah rentang TOEFL ITP sekitar Rp161.500. Bagi pelamar yang hanya membutuhkan satu sertifikat untuk administrasi LPDP, selisih ini cukup berarti, terutama jika Anda menyiapkan anggaran untuk kemungkinan tes ulang.
Mana yang lebih mudah untuk mengejar skor 500?
Tidak ada dasar resmi yang menyatakan TOEP selalu lebih mudah daripada TOEFL ITP. Tingkat kesulitan sangat bergantung pada profil kemampuan Anda.
Namun secara format, TOEP memusatkan pengukuran utama pada Listening dan Reading. TOEFL ITP Level 1 menambahkan Structure and Written Expression. Karena itu, pelamar yang lemah di grammar tetapi relatif kuat dalam listening dan reading dapat merasa TOEP lebih ringkas untuk dipersiapkan.
Sebaliknya, jika Anda sudah terbiasa dengan pola TOEFL klasik—Listening, Structure, dan Reading—TOEFL ITP bisa terasa lebih familiar. Sebelum memutuskan, pelajari dulu apa itu TOEFL ITP dan format tiap bagiannya.
Matriks keputusan: pilih TOEP atau TOEFL ITP?
| Kondisi Anda | Pilihan yang cenderung lebih menguntungkan | Alasan |
|---|---|---|
| Target hanya memenuhi syarat LPDP yang menerima TOEP | TOEP | Biaya resmi lebih rendah |
| Grammar menjadi bagian terlemah | TOEP layak dipertimbangkan | Komponen utama berfokus pada Listening dan Reading |
| Sudah lama belajar format TOEFL ITP | TOEFL ITP | Adaptasi pola soal lebih sedikit |
| Ingin sertifikat yang juga sering diminta kampus/lembaga lain | TOEFL ITP | Ekosistem penggunaannya luas di lingkungan akademik |
| Anggaran tes ketat dan ingin ruang untuk tes ulang | TOEP | Biaya per tes lebih rendah |
| Butuh jadwal TOEFL resmi yang fleksibel | TOEFL ITP | Tersedia lewat jaringan test center resmi dan opsi digital |
Jangan terpaku pada angka 500
Keyword pencarian sering menyebut “passing grade 500”, tetapi angka tersebut tidak berlaku universal untuk seluruh LPDP Dalam Negeri. Pada Beasiswa SHARE 2026, misalnya, Magister Dalam Negeri menggunakan 500, sedangkan Doktor Dalam Negeri menggunakan 530.
Selain itu, kebijakan antarjalur dapat berbeda. Maka urutan keputusan yang aman adalah: pilih skema LPDP terlebih dahulu, cek apakah sertifikat bahasa wajib, cek jenis tes yang diterima, lalu tentukan skor minimum sebelum mendaftar tes.
Bagaimana menghitung risiko biaya tes ulang?
Misalnya Anda menyiapkan dana maksimum Rp1 juta untuk tes bahasa. Dengan tarif TOEP Rp388.500, dua kali tes masih berada di kisaran Rp777.000. Untuk TOEFL ITP, menggunakan batas bawah rentang IIEF Rp550.000, dua kali tes sudah menjadi sekitar Rp1,1 juta.
Perhitungan ini tidak berarti Anda pasti perlu mengulang. Fungsinya adalah membantu memilih tes berdasarkan risk budget: berapa biaya yang sanggup Anda tanggung jika skor pertama belum memenuhi syarat.
Kapan TOEFL ITP tetap lebih menarik?
TOEFL ITP tetap kuat untuk pelamar yang sudah familier dengan formatnya atau membutuhkan sertifikat resmi untuk kebutuhan lain. ETS menetapkan Level 1 sebanyak 140 soal dengan durasi 115 menit: 50 Listening, 40 Structure and Written Expression, dan 50 Reading.
Jika memilih jalur ini, pastikan Anda mengambil tes resmi. Kampung Inggris Pare juga memfasilitasi Tes TOEFL ITP resmi ETS via IIEF. Jangan tertukar dengan tes prediction atau simulasi jika persyaratan LPDP meminta TOEFL ITP resmi.
Strategi memilih dalam 5 menit
- Buka halaman resmi skema LPDP yang Anda daftar.
- Cari bagian “sertifikat kemampuan Bahasa Inggris”.
- Catat apakah TOEP dan TOEFL ITP sama-sama diterima.
- Catat skor minimum sesuai jenjang, jangan mengasumsikan selalu 500.
- Bandingkan biaya, jadwal, kekuatan Listening-Reading, dan kemampuan Structure Anda.
- Pilih tes yang memberi peluang terbesar mencapai skor minimum sebelum deadline, bukan sekadar tes yang terlihat lebih populer.
FAQ tentang TOEP vs TOEFL ITP LPDP
- Q: Apakah TOEP PLTI diterima LPDP 2026?
A: Ya, TOEP tercantum sebagai sertifikat yang diterima pada sejumlah skema LPDP 2026. Tetap cek persyaratan skema spesifik karena aturan dapat berbeda. - Q: Apakah skor TOEP dan TOEFL ITP untuk LPDP selalu minimal 500?
A: Tidak. Beasiswa SHARE 2026, misalnya, menetapkan 500 untuk Magister Dalam Negeri dan 530 untuk Doktor Dalam Negeri. - Q: Mana yang lebih murah, TOEP atau TOEFL ITP?
A: Berdasarkan tarif resmi yang tersedia saat ini, TOEP Rp388.500 termasuk PPN. IIEF menyebut biaya TOEFL ITP berada pada rentang Rp550.000-Rp750.000 tergantung lokasi dan test center. - Q: Apakah TOEP lebih mudah daripada TOEFL ITP?
A: Tidak bisa digeneralisasi. TOEP fokus utama pada Listening dan Reading, sementara TOEFL ITP Level 1 juga menguji Structure and Written Expression. Pilihan lebih mudah tergantung kekuatan Anda. - Q: Berapa lama sertifikat berlaku?
A: PLTI menyebut sertifikat TOEP berlaku 2 tahun. ETS juga menyatakan skor TOEFL ITP berlaku 2 tahun. Pastikan tanggal tes masih memenuhi periode yang ditentukan LPDP.
Siapkan skor bahasa dengan jalur yang paling efisien
Kampung Inggris Pare dapat membantu Anda memetakan kemampuan sebelum mengambil tes resmi. Jika pilihan akhirnya TOEFL ITP, Anda bisa mengikuti program persiapan TOEFL 1 bulan untuk memperkuat Listening, Structure, Reading, dan strategi pengerjaan sebelum mengejar skor LPDP.

