TOAFL vs TOEFL iBT vs TOEFL ITP Panduan Skor

TOAFL vs TOEFL iBT vs TOEFL ITP adalah perbandingan tiga standar tes bahasa untuk pemelajar Arab dan Inggris. Ini untuk Anda yang paham TOEFL dan ingin menilai kesulitan TOAFL secara analog. Hasilnya membantu memilih tes yang tepat dan membaca skor dengan benar.

Ringkasan super cepat (untuk Position Zero):

  • TOAFL sering dipahami sebagai “TOEFL-nya Bahasa Arab”: fokus Istima’ (listening), Tarakib/Qawaid (structure/grammar), dan Qira’ah (reading).
  • TOEFL ITP menguji 3 area (Listening–Structure–Reading) dan memakai skala total 310–677.
  • TOEFL iBT menguji 4 skill (Reading–Listening–Speaking–Writing) dan per Januari 2026 memakai skala 1–6 (masih ada skor pembanding 0–120 selama masa transisi).
  • Angka “500” tidak selalu setara: bisa beda skala, beda skill yang diuji, dan beda tujuan tes.
  • Jika TOAFL Anda 0–100, jangan langsung disetarakan dengan TOEFL ITP; konversi dulu secara metodologis (lihat tabel di bawah).

Analogi yang tepat: “TOAFL adalah TOEFL-nya Bahasa Arab”

Analogi ini benar sebagai kerangka berpikir, bukan sebagai “konversi resmi lintas bahasa”. Secara konsep, TOAFL berperan seperti TOEFL: menjadi baseline kompetensi bahasa untuk kebutuhan akademik/administratif.

Bedanya, TOAFL mengukur kompetensi Bahasa Arab, sehingga “grammar” yang diuji bukan tenses ala Inggris, tetapi pola-pola yang khas Arab seperti nahwu–sharaf, kesesuaian mubtada–khabar, bentuk fi’il, hingga struktur frasa (misalnya idhafah). Karena itu, menyebut TOAFL “setara” TOEFL hanya masuk akal jika yang Anda maksud adalah fungsi tes, bukan identik tingkat kesulitan per materi.

Di Kampung Inggris Pare, panduan resmi TOAFL juga sering menekankan analogi ini untuk memudahkan orang yang sudah familiar dengan TOEFL memahami struktur TOAFL. Anda bisa membaca penjelasan konsepnya di panduan lengkap apa itu TOAFL.

Perbedaan inti: TOEFL iBT menguji 4 skill, sedangkan TOEFL ITP dan TOAFL cenderung 3 area

Kalau Anda terbiasa dengan TOEFL iBT, titik pembeda terbesar ada pada Speaking dan Writing. TOEFL iBT memang dirancang untuk mengukur kesiapan komunikasi akademik dengan 4 keterampilan secara utuh.

Sebaliknya, TOEFL ITP (format klasik) lebih dekat ke “paper-based style”: kuat di receptive skills (listening & reading) plus structure. Banyak format TOAFL yang dipakai di Indonesia juga mengikuti pola serupa: listening–grammar/structure–reading.

Kesimpulan praktisnya: jika kebutuhan Anda menuntut bukti speaking/writing, maka TOEFL iBT biasanya lebih relevan. Jika kebutuhan Anda adalah pemetaan/administrasi yang menekankan listening–structure–reading, maka TOEFL ITP atau TOAFL (untuk Bahasa Arab) sering menjadi pilihan.

Matriks perbandingan struktur tes: durasi, reading, dan fokus grammar

Tes Komponen utama Listening (indikator praktis) Reading (indikator praktis) Grammar/Structure (yang “diburu”)
TOAFL (format umum) Istima’ + Tarakib/Qawaid + Qira’ah Sering disetarakan durasi total mendekati 115–120 menit (tergantung penyelenggara) Fokus pemahaman teks Arab; panjang teks tidak selalu dipublikasikan sebagai “jumlah kata” karena blueprint tiap lembaga bisa berbeda Nahwu–sharaf, pola kalimat, pilihan bentuk kata/ungkapan yang tepat dalam konteks
TOEFL ITP Level 1 Listening + Structure/Written Expression + Reading 50 soal / 35 menit 50 soal / 55 menit (ETS mempublikasikan jumlah soal & waktu, bukan jumlah kata tetap) Grammar Inggris (agreement, clause, parallelism, error recognition, dll.)
TOEFL iBT (per Jan 2026) Reading + Listening + Speaking + Writing Berbasis tugas & dapat adaptif; total waktu tes kira-kira ±2 jam Ada task “Read an Academic Passage”; jumlah kata tidak dipatok sebagai angka tunggal di publikasi ringkas Grammar tidak berdiri sebagai “Structure section”, tetapi muncul sebagai akurasi dalam speaking/writing & pemahaman reading

Catatan penting tentang “jumlah kata reading”: baik ETS (untuk TOEFL) maupun banyak penyelenggara TOAFL lebih sering mempublikasikan jumlah soal + durasi ketimbang “total kata” yang wajib muncul. Jadi, kalau tujuan Anda membandingkan kesulitan, metrik yang lebih stabil adalah: (1) waktu per soal, (2) kompleksitas struktur kalimat, dan (3) jenis inferensi yang diminta (ide pokok, detail, rujukan kata, kesimpulan, dsb.).

Skor: kenapa angka “500” bisa terasa membingungkan

Ini sumber kebingungan paling umum: orang melihat syarat “minimal 500”, lalu mengira semua tes punya skala yang sama. Padahal, skala skor bisa sangat berbeda:

  • TOEFL ITP memakai skala total 310–677.
  • TOEFL iBT mulai 21 Januari 2026 memakai skala 1–6 (masih menyertakan skor pembanding 0–120 selama masa transisi).
  • TOAFL bisa muncul dalam beberapa “wajah”: ada yang melaporkan nilai (misalnya 0–100) untuk kebutuhan internal, ada juga yang menggunakan skala mirip 310–677 untuk memudahkan interpretasi.

Karena itu, pertanyaan yang tepat bukan “500 TOAFL setara TOEFL apa?”, tetapi:

  1. Skala apa yang dipakai sertifikat TOAFL Anda? (0–100 atau 310–677 atau format lain)
  2. Untuk kebutuhan apa skornya? (beasiswa, kampus, CPNS/administrasi, penempatan kelas)
  3. Skill apa yang diwajibkan? (apakah perlu speaking/writing atau cukup listening–reading–structure)

Tabel konversi praktis: TOAFL 0–100 ke skala 310–677 (untuk analogi saja)

Disclaimer metodologis: tabel ini bukan konversi resmi lintas lembaga. Ini adalah pemetaan linear untuk kebutuhan “analogi cepat” ketika Anda hanya punya nilai TOAFL 0–100 dan ingin membayangkan posisinya di skala 310–677.

Rumusnya:

  • Skor_310–677 ≈ 310 + (Nilai_0–100 ÷ 100) × 367
Nilai TOAFL (0–100) Perkiraan padanan skala 310–677 Cara membaca level (praktis)
40 ±457 Menengah awal: biasanya kuat di kosakata dasar, mulai stabil di struktur
50 ±494 Menengah: cukup aman untuk kebutuhan administratif yang tidak terlalu selektif
60 ±530 Menengah-atas: mulai siap menghadapi teks lebih akademik & pola kalimat kompleks
70 ±567 Mahir: stabil di inferensi reading dan “jebakan” tarakib/qawaid
80 ±604 Lanjutan: nyaman dengan struktur panjang dan variasi gaya teks
90 ±640 Sangat kuat: margin aman untuk seleksi yang ketat
100 677 Puncak skala: performa hampir sempurna pada blueprint yang dipakai

Contoh paling dicari: “Apakah skor 500 TOAFL setara TOEFL ITP 500?”

Jawaban paling akurat: bisa “ya” secara angka hanya jika TOAFL Anda memang menggunakan skala total 310–677. Dalam kondisi itu, “500” berada di area menengah-atas pada skala yang sama.

Namun, “setara” secara kemampuan akademik lintas bahasa tidak otomatis. Mengapa? Karena struktur kebahasaan Arab dan Inggris berbeda, sehingga tantangan kognitifnya pun berbeda. Angka “500” di dua tes yang berbeda bahasa lebih tepat dipahami sebagai posisi level di dalam masing-masing tes, bukan “nilai tukar” yang identik.

Jika TOAFL Anda berupa nilai 0–100, maka “setara TOEFL ITP berapa?” sebaiknya dihitung dengan metode analogi (contoh: nilai 60 ≈ 530). Untuk memahami logika skala TOAFL yang mirip 310–677, Anda bisa melihat contoh perhitungan berbasis konversi per sesi di referensi berikut: cara menghitung nilai TOAFL (skala 310–677).

TOEFL iBT per Januari 2026: skala 1–6 dan cara membaca skor pembanding 0–120

Jika Anda terakhir ikut iBT sebelum 2026, Anda perlu update: laporan skor TOEFL iBT per 21 Januari 2026 menggunakan skala 1–6 (naik 0,5). Selama masa transisi, ETS masih menampilkan skor pembanding pada skala 0–120 agar institusi tidak “kaget”.

Praktiknya: kalau seseorang mendapat overall 4, itu berada di level yang oleh ETS disejajarkan dengan rentang total lama sekitar 72+ pada skala 0–120. Detail tabel perbandingan bisa Anda cek langsung di: ETS Understanding TOEFL iBT Scores.

Mana yang lebih susah: TOAFL atau TOEFL?

Kalau Anda mencari jawaban teknis (bukan opini), bandingkannya dari “jenis kesulitan” berikut:

  • Kesulitan struktur: TOAFL cenderung berat di tarkib/qawaid (pola dan fungsi kata dalam kalimat). TOEFL (ITP) berat di pola grammar Inggris dan error recognition.
  • Kesulitan listening: keduanya menguji “menangkap makna sekali jalan”, tetapi TOAFL sering menuntut kepekaan terhadap bentuk kata & partikel; TOEFL menuntut kecepatan menangkap tujuan pembicara, detail, dan inferensi.
  • Kesulitan reading: TOEFL iBT menambah beban karena reading terhubung ke writing/speaking akademik; TOAFL dan TOEFL ITP lebih “murni” ke pemahaman bacaan + soal pilihan ganda.

Kesimpulan praktis: bagi orang yang kuat di nahwu–sharaf, TOAFL bisa terasa lebih “masuk akal” daripada TOEFL. Tetapi bagi yang terbiasa komunikasi akademik Inggris (speaking/writing), TOEFL iBT bisa terasa lebih natural dibanding menghafal pola structure section.

Kegunaan akademik: kapan memilih TOEFL iBT, TOEFL ITP, atau TOAFL

Gunakan checklist berikut agar tidak salah tes (dan tidak salah menafsirkan skor):

  • Pilih TOEFL iBT jika target Anda kampus internasional/luar negeri yang meminta 4 skill dan/atau meminta laporan skor dari ETS.
  • Pilih TOEFL ITP jika lembaga Anda meminta format institutional (Listening–Structure–Reading) dan menerima skala 310–677.
  • Pilih TOAFL jika yang diminta adalah bukti kemahiran Bahasa Arab (misalnya kebutuhan PTKIN, beasiswa Timur Tengah, administrasi tertentu, atau penempatan level).

Jika Anda ingin memahami konteks penggunaan sertifikat TOAFL untuk kebutuhan karir dan beasiswa, rujuk halaman: TOAFL Bahasa Arab untuk karir dan beasiswa.

Opsi resmi di Kampung Inggris Pare: tes TOAFL dan pendaftaran TOEFL ITP

Untuk kebutuhan sertifikat yang valid dan mudah diverifikasi di Indonesia, Kampung Inggris Pare menyelenggarakan layanan tes berbasis legalitas lembaga. Penyelenggara TOAFL di ekosistem kami adalah LKP Ocean (NPSN: K9989877) dengan basis operasional di Jl. Sakura, Tulungrejo, Kec. Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64212.

Anda bisa melihat detail tes TOAFL resmi (online) di: Tes TOAFL Online Resmi Bersertifikat.

Jika Anda membutuhkan TOEFL ITP resmi, tersedia jalur pendaftaran TOEFL ITP ETS melalui sistem program: Tes TOEFL ITP ETS via IIEF. Untuk memahami format TOEFL ITP Level 1 yang berisi 3 section dan durasi total 115 menit, Anda bisa rujuk ringkasan ETS di: ETS TOEFL ITP Test Content.

FAQ – TOAFL vs TOEFL iBT vs TOEFL ITP

  • Q: Apakah TOAFL ada speaking?
    A: Umumnya TOAFL yang populer dipakai untuk kebutuhan administratif menguji listening, grammar/structure, dan reading (pilihan ganda). Jika lembaga Anda menambahkan speaking (kalam), biasanya itu modul terpisah atau format khusus dari penyelenggara.
  • Q: TOEFL iBT sekarang skornya masih 0–120?
    A: Per 21 Januari 2026, laporan skor TOEFL iBT memakai skala 1–6, namun selama masa transisi Anda masih menerima skor pembanding 0–120 agar mudah dibandingkan dengan standar lama.
  • Q: Apakah skor 500 TOAFL setara TOEFL ITP 500?
    A: Hanya “setara angka” jika sertifikat TOAFL Anda memang menggunakan skala 310–677. Jika TOAFL Anda 0–100, Anda perlu konversi analogi dulu (misalnya 60 ≈ 530) dan tetap pahami bahwa ini bukan persamaan resmi lintas bahasa.
  • Q: Mana yang lebih susah: TOAFL atau TOEFL?
    A: Tergantung fondasi Anda. Jika kuat di nahwu–sharaf dan kosa kata Arab, TOAFL bisa lebih mudah. Jika terbiasa komunikasi akademik 4 skill, TOEFL iBT sering lebih relevan meski bebannya lebih lengkap (speaking/writing).
  • Q: Bagaimana cara memilih tes yang benar supaya tidak ditolak administrasi?
    A: Cocokkan 3 hal: (1) nama tes yang diminta instansi, (2) skill yang diwajibkan (apakah perlu speaking/writing), dan (3) skala skor yang dicantumkan di syarat. Jika syarat menyebut “TOEFL iBT”, jangan diganti TOEFL ITP. Jika syarat menyebut “TOAFL”, pastikan sertifikatnya memang untuk Bahasa Arab dan dapat diverifikasi.

Siap memastikan skor Anda terbaca “benar” oleh instansi?

Jika Anda butuh bukti kompetensi Bahasa Arab yang praktis dan dapat diverifikasi, ambil TOAFL resmi di Kampung Inggris Pare melalui LKP Ocean (NPSN: K9989877). Mulai sekarang: Daftar Tes TOAFL Online Resmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *