TOSE (Test of Spoken English), atau sering disebut sebagai Marlins Spoken Test, adalah metode evaluasi yang digunakan oleh agen kapal pesiar untuk mengukur kemampuan komunikasi lisan kandidat secara real-time. Berbeda dengan tes tertulis yang bisa dipelajari polanya, TOSE menilai kefasihan (Fluency), pelafalan (Pronunciation), dan pemahaman mendengar (Listening Comprehension) dalam situasi percakapan spontan. Skor TOSE yang rendah adalah penyebab utama kegagalan kandidat saat Interview User, meskipun nilai tes tulisnya tinggi.
Pentingnya Skor TOSE (Test of Spoken English) dalam Seleksi Kru 2026
Seringkali terjadi kasus ironis dalam dunia rekrutmen kapal pesiar: Seorang kandidat memiliki sertifikat Marlins Test dengan skor total 90% (Sangat Baik), namun ketika diwawancarai oleh User (pewawancara asing), ia hanya terdiam, gugup, atau menjawab dengan kalimat yang berantakan.
Akibatnya? Gagal (Rejected).
Di tahun 2026, standar keselamatan maritim semakin ketat. Komunikasi lisan adalah kunci keselamatan di laut. Oleh karena itu, skor TOSE (Test of Spoken English) kini menjadi indikator yang lebih dipercaya oleh agen dibandingkan sekadar sertifikat tertulis. Di Kampung Inggris Pare (kampungpare.sch.id), kami fokus membenahi masalah “Inggris Pasif” ini menjadi “Inggris Aktif” yang siap kerja.
Mengapa Sertifikat Tertulis Saja Tidak Cukup?
Banyak kandidat terjebak dalam pola pikir akademis sekolah: “Yang penting Grammar benar, nilai ujian bagus.” Padahal, di atas kapal pesiar, tamu tidak akan meminta Anda menulis esai.
Agen perekrutan global seperti Viking Crew atau CTI Group menekankan bahwa sertifikat tertulis (seperti Marlins Computer Test) hanya membuktikan Anda bisa Membaca, tetapi TOSE membuktikan Anda bisa Bekerja.
Masalah “Mute English” (Inggris Bisu)
Banyak pelaut Indonesia mengalami sindrom “Mute English”. Mereka paham apa yang diucapkan lawan bicara (Listening baik), tahu jawabannya di kepala (Grammar baik), tapi lidahnya kaku saat harus mengucapkannya (Speaking buruk). Dalam situasi darurat di kapal (Emergency Drill), kekakuan ini bisa fatal.
Perbedaan Marlins Computer Test vs TOSE
| Aspek Penilaian | Marlins Computer Test (Tertulis) | TOSE / Interview User (Lisan) |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Tata Bahasa (Grammar) & Kosakata | Kefasihan & Kecepatan Respon |
| Waktu Berpikir | Ada waktu untuk mikir/merevisi | Spontan (Detik itu juga) |
| Interaksi | Satu Arah (Manusia ke Komputer) | Dua Arah (Manusia ke Manusia) |
| Penentu Kelulusan | Syarat Administrasi Awal | Syarat Final (Letter of Employment) |
Metode “Speaking Immersion” Kampung Inggris Pare
Bagaimana cara menaikkan skor TOSE? Tidak ada cara lain selain Praktik Berbicara (Drilling). Membaca buku grammar setebal bantal tidak akan membuat lidah Anda lemas.
Inilah mengapa ribuan calon pelaut memilih mempersiapkan diri di Kampung Inggris Pare. Program kami dirancang untuk memaksa otak Anda berpikir dalam bahasa Inggris, bukan menerjemahkan.
1. Lingkungan Wajib Bahasa Inggris (English Area)
Di asrama/camp kami, Anda “dipaksa” menggunakan bahasa Inggris 24 jam. Mau makan, mau mandi, mau ngobrol santai, semua pakai bahasa Inggris. Ini melatih refleks otak.
2. Simulasi Interview Bertubi-tubi
Dalam program Bahasa Inggris Kapal Pesiar, instruktur kami berperan sebagai “User Galak” yang akan memberondong Anda dengan pertanyaan jebakan. Tujuannya melatih mental agar tidak blank saat tes sesungguhnya.
3. Pronunciation & Accent Training
Kami memperbaiki pelafalan Anda agar jelas (intelligible). Tidak harus beraksen bule Amerika/Inggris, yang penting jelas, tegas, dan tidak medok (strong local accent) yang membingungkan tamu.
Tips Meningkatkan Skor TOSE Secara Mandiri
Selain mengikuti kursus, Anda bisa melakukan latihan mandiri berikut:
- Shadowing Technique: Tonton video keselamatan kapal di YouTube, lalu tirukan ucapan naratornya persis dengan nada dan intonasinya.
- Rekam Suara Sendiri: Jawab pertanyaan umum interview (misal: “Tell me about your experience”), rekam di HP, dan dengarkan. Anda akan sadar di mana letak kesalahan gramatikal atau pelafalan Anda.
- Berpikir dalam Bahasa Inggris: Berhenti menerjemahkan dari Indonesia ke Inggris di kepala. Latihlah monolog batin menggunakan bahasa Inggris.
FAQ – Pertanyaan Seputar Speaking & TOSE
- Q: Apakah aksen medok Jawa/daerah mempengaruhi nilai TOSE?
A: Selama pengucapannya jelas (artikulasi baik) dan tata bahasanya benar, aksen tidak masalah. Namun jika aksen terlalu tebal hingga mengubah bunyi kata (misal: “Ship” jadi “Sip”), itu mengurangi nilai. - Q: Berapa skor TOSE minimal untuk Housekeeping?
A: Biasanya level Lower Intermediate hingga Intermediate sudah cukup. Tapi untuk Front Office, wajib Upper Intermediate. - Q: Saya sangat pemalu, apakah bisa dilatih?
A: Bisa. Rasa malu biasanya karena takut salah. Di program Speaking 1 Bulan, kami membangun kepercayaan diri dulu sebelum membenarkan grammar. - Q: Apakah TOSE dilakukan tatap muka atau online?
A: Di tahun 2026, banyak agen menggunakan Video Interview (Zoom/Skype) atau rekaman video AI. Keduanya butuh kejelasan suara yang prima. - Q: Bisakah ikut program Speaking saja tanpa Grammar?
A: Bisa. Kami memiliki modul khusus Conversation yang fokus pada praktik bicara praktis tanpa pusing rumus tenses yang rumit.
Jangan Biarkan Lidah Kaku Menghambat Karirmu!
Sertifikat bisa dicetak, tapi kemampuan bicara tidak bisa dipalsukan. Pastikan Anda siap “ngoceh” dengan percaya diri di depan User asing.
» GABUNG KELAS SPEAKING INTENSIF DI SINI (GARANSI PEDE!) «
Disclaimer: TOSE adalah salah satu bentuk tes lisan yang umum digunakan. Beberapa agen mungkin menggunakan istilah lain seperti “Interview Assessment” atau “Oral Proficiency Interview”, namun intinya tetap sama: Menguji kemampuan bicara.
