Syarat bahasa Inggris lanjut S2 & PPDS adalah ketentuan sertifikat/score bahasa Inggris untuk pendaftar pascasarjana dan pendidikan dokter spesialis agar lolos seleksi administrasi. Panduan ini untuk calon mahasiswa dalam negeri yang ingin tahu kampus mana yang lazim memakai tes internal atau “setara TOEFL” di tahap pendaftaran awal. Tujuannya agar Anda memilih tes yang tepat dan aman saat unggah berkas.
- Mayoritas kampus meminta salah satu bukti: tes internal kampus (mis. EPT/AcEPT/ELPT/EAP/TKBI), TOEFL/IELTS resmi, atau sertifikat “setara TOEFL” dari lembaga yang diakui.
- Periksa 2 hal sebelum ikut tes: jenis tes yang diterima prodi + masa berlaku sertifikat (seringnya maksimal 2 tahun).
- Untuk PPDS, syarat biasanya lebih ketat: ada jalur yang mewajibkan lulus Bahasa Inggris pada seleksi masuk (contoh: SIMAK UI).
- Strategi aman: gunakan tes prediksi/TOEFL-like untuk screening & latihan, tetapi siapkan tes resmi bila pengumuman menulis “ETS/IELTS” atau ambang skor tinggi.
Makna “tes prediksi”, “setara TOEFL”, dan “tes internal kampus” yang sering bikin salah paham
Di Indonesia, istilah syarat bahasa Inggris untuk S2 dan PPDS sering ditulis dengan variasi yang terdengar mirip, padahal konsekuensinya berbeda. Memahami istilah ini penting supaya Anda tidak “salah beli tes” dan akhirnya ditolak saat verifikasi dokumen.
1) Tes internal kampus (EPT/AcEPT/ELPT/EAP/TKBI)
Tes internal kampus adalah ujian bahasa Inggris yang dikelola oleh universitas (atau unit bahasa kampus) dan biasanya memang “didesain” agar selaras dengan standar internal mereka. Banyak kampus menyediakan opsi ini untuk seleksi masuk, matrikulasi, atau syarat kelulusan. Karena bersifat internal, jadwalnya kadang terbatas dan kuota bisa penuh menjelang penutupan pendaftaran.
2) “Setara TOEFL” atau “TOEFL/Sejenisnya”
Frasa setara TOEFL biasanya berarti kampus menerima bukti kemampuan bahasa Inggris dalam format/standar yang mirip TOEFL (sering Paper-Based), atau menerima sertifikat dari penyelenggara yang mereka anggap kredibel. Kata kuncinya adalah “diakui” oleh kampus/prodi. Jadi, bukan sekadar ada angka skor—tetapi juga siapa penyelenggaranya dan apakah jenis tesnya sesuai aturan mereka.
3) Tes prediksi / TOEFL-like untuk tahap awal
Di lapangan, sebagian pendaftar memakai tes prediksi (TOEFL-like) sebagai screening kemampuan dan untuk kebutuhan administrasi awal (misalnya konsultasi prodi, persiapan berkas, atau memenuhi syarat minimal yang belum menyebut ETS/IELTS). Namun, Anda wajib memposisikan tes prediksi sebagai solusi “tahap awal” kecuali pengumuman kampus secara eksplisit menyatakan menerimanya.
Catatan penting: pada banyak kampus, perbedaan “diterima untuk pendaftaran awal” vs “wajib untuk registrasi akhir” itu nyata. Baca pengumuman prodi sampai tuntas (bukan hanya poster) sebelum Anda memilih tes.
Pola syarat bahasa Inggris S2 dalam negeri yang paling sering muncul
Walau setiap kampus/prodi punya aturan sendiri, pola syarat bahasa Inggris S2 di Indonesia biasanya jatuh ke salah satu dari tiga bentuk berikut. Gunakan bagian ini untuk “menerjemahkan” pengumuman kampus yang sering ringkas tetapi menentukan.
Pola A — Wajib tes internal kampus
Jika pengumuman menulis nama tes internal (mis. AcEPT/ELPT/EAP/TKBI), umumnya Anda harus mengikuti tes itu atau mengunggah sertifikat internal yang mereka akui. Kelebihannya: formatnya tepat sasaran sesuai kebijakan kampus. Kekurangannya: jadwal dan kuota bisa menjadi bottleneck.
Pola B — Menerima TOEFL/IELTS resmi (kadang plus internal)
Pola ini memberi Anda pilihan: ikut tes internal kampus atau unggah sertifikat eksternal seperti TOEFL/IELTS yang diakui. Biasanya ada ambang skor minimal. Ini cocok bagi pendaftar yang ingin melamar beberapa kampus sekaligus.
Pola C — Menulis “setara TOEFL” dengan skor minimal
Di pola ini, kampus menuliskan angka minimal (contoh 450/475/500) dan istilah seperti “setara TOEFL” atau “TOEFL/sejenisnya”. Artinya, Anda perlu memastikan dua hal: (1) skor minimal terpenuhi, dan (2) lembaga penyelenggara dianggap sah/diakui oleh kampus tujuan.
Contoh universitas yang sering memakai tes internal atau “setara TOEFL” untuk seleksi awal S2
Berikut adalah contoh kampus dalam negeri yang pada kanal penerimaan resmi mereka menampilkan syarat bahasa Inggris berupa tes internal kampus, daftar tes yang diterima, atau frasa “setara TOEFL”. Detailnya dapat berbeda antar fakultas/prodi dan dapat berubah per periode, jadi gunakan ini sebagai peta awal lalu cek halaman penerimaan prodi yang Anda incar.
| Universitas | Bentuk syarat bahasa Inggris yang umum ditulis | Indikasi “penerimaan awal” (praktik umum) | Yang perlu Anda cek sebelum unggah |
|---|---|---|---|
| UGM | Daftar hasil tes yang diterima (mis. AcEPT UGM, TOEP PLTI, IELTS, iBT TOEFL) + masa berlaku | Sering dipakai untuk seleksi masuk/administrasi pendaftaran | Ambang skor per prodi bisa berbeda; cek juga masa berlaku sertifikat |
| UNDIP | “Sertifikat Bahasa Inggris setara TOEFL” dengan skor minimal (contoh 450 pada beberapa prodi) | Dipakai sebagai kelengkapan berkas pendaftaran magister | Pastikan jenis tes & penyelenggara sesuai ketentuan prodi, dan scan dokumen terbaca jelas |
| UNAIR | “TOEFL/Sejenisnya” atau ketentuan skor pada jalur seleksi tertentu | Dapat muncul pada jalur tes/seleksi magister tertentu sebagai syarat nilai | Cek apakah prodi Anda menerima “sejenisnya” atau hanya jenis tes tertentu |
| UNPAD | TKBI/TKA dari lembaga yang diakui (pada informasi magister, bisa tanpa skor minimal di tahap tertentu) | Sering diminta sebagai dokumen kelengkapan seleksi awal | Pastikan lembaga penyelenggara TKBI diakui Unpad dan periode pendaftaran yang Anda ikuti |
| UNS | TOEFL minimal atau EAP (English for Academic Purposes) minimal, bergantung jalur/ketentuan | Umum dipakai untuk seleksi dan penentuan kewajiban pengembangan bahasa | Cek jalur masuk yang Anda pilih dan apakah menerima TOEFL institusional/internal |
| ITB | Minimal TOEFL/IELTS atau ELPT ITB (tes internal) pada beberapa ketentuan pendaftaran | Sering menjadi syarat unggah berkas dan batas minimal kelayakan | Perhatikan ambang skor dan format dokumen yang diminta portal pendaftaran |
| UB | Beberapa fakultas/prodi menyebut TOEFL ITP/IELTS dari lembaga diakui + skor minimal | Umumnya dipakai untuk seleksi masuk dan kelengkapan berkas | Cek ketentuan fakultas/prodi Anda karena bisa berbeda antar unit |
Jika Anda ingin mulai dari sumber resmi untuk memastikan gaya syarat yang dipakai, Anda bisa cek contoh halaman penerimaan berikut:
- Persyaratan pendaftaran magister UGM (contoh daftar tes bahasa Inggris yang diterima)
- Syarat magister UNDIP (contoh frasa setara TOEFL dan ambang minimal)
Khusus PPDS: kenapa syarat bahasa Inggris cenderung lebih ketat?
PPDS (pendidikan dokter spesialis) sering memakai mekanisme seleksi berlapis: administrasi, tes potensi/akademik, tes bidang, psikologi, hingga wawancara. Karena beban akademik dan literatur klinis tinggi, syarat bahasa Inggris bisa muncul sebagai syarat lulus seleksi (bukan hanya lampiran dokumen).
Contoh pola syarat PPDS yang perlu Anda antisipasi
- Bahasa Inggris menjadi bagian dari ujian masuk: misalnya jalur PPDS tertentu yang menuliskan “mengikuti dan lulus ujian TPA & Bahasa Inggris” dalam seleksi masuk.
- Ambang skor lebih tinggi atau spesifik: beberapa jalur/fakultas menuntut skor tinggi dan/atau hanya menerima jenis tes tertentu.
- Timeline lebih ketat: berkas PPDS sering berlapis (STR, pengalaman klinis, sertifikat pelatihan). Jika bahasa Inggris terlambat, seluruh berkas ikut tertahan.
Contoh rujukan resmi PPDS yang menunjukkan bahasa Inggris sebagai komponen seleksi dapat Anda lihat di sini:
Prinsip aman untuk PPDS: jika pengumuman menulis “lulus ujian bahasa Inggris” atau menyebut standar tertentu, jangan hanya mengandalkan tes prediksi. Jadikan tes prediksi sebagai latihan dan percepatan persiapan, lalu siapkan tes yang diminta kampus.
Strategi aman: bedakan kebutuhan “pendaftaran awal” vs “registrasi akhir/matrikulasi”
Inilah kesalahan yang paling sering terjadi: pendaftar mengira semua tahap menerima dokumen yang sama. Padahal, beberapa kampus longgar saat pendaftaran awal (asal ada bukti kemampuan), tetapi ketat saat tahap akhir (wajib tes tertentu atau ambang skor resmi).
Langkah taktis yang realistis
- Mulai dengan membaca syarat prodi (bukan hanya poster). Cari kata-kata kunci: “diakui”, “ETS”, “IELTS Academic”, “tes internal kampus”, “maks. 2 tahun”, “wajib lulus”.
- Jika syarat masih umum (“setara TOEFL”): siapkan bukti skor untuk pendaftaran awal, lalu segera konfirmasi ke admin prodi apakah jenis tes Anda masuk daftar yang mereka akui.
- Jika syarat menyebut standar resmi (ETS/IELTS): gunakan tes prediksi hanya untuk memetakan kemampuan, lalu jadwalkan tes resmi sebelum tenggat unggah.
- Siapkan rencana cadangan. Jika kuota tes internal kampus penuh, Anda tidak panik karena sudah punya opsi tes lain yang sesuai.
Checklist unggah sertifikat bahasa Inggris agar tidak ditolak sistem
Selain jenis tes, banyak pendaftar gugur karena hal teknis dokumen. Gunakan checklist berikut agar berkas Anda “lolos mesin” dan “lolos verifikator”.
- Nama identitas konsisten dengan KTP/paspor dan formulir pendaftaran (termasuk urutan nama).
- Tanggal terbit & masa berlaku sesuai aturan kampus (seringnya maksimal 2 tahun).
- Skor terlihat jelas (hindari foto buram; lebih aman scan PDF).
- Nomor sertifikat/credential terbaca, jika ada (ini memudahkan verifikasi).
- Ukuran file sesuai ketentuan portal (kompres tanpa merusak keterbacaan).
- Format file sesuai (PDF/JPG) dan tidak terkunci password (kecuali diminta).
Opsi tes prediksi untuk latihan dan persiapan berkas awal (tanpa datang ke kampus)
Bagi banyak pendaftar S2/PPDS, kebutuhan paling mendesak adalah memiliki peta kemampuan dan berkas awal agar proses pendaftaran tidak berhenti. Di sinilah tes prediksi/TOEFL-like sering dipakai sebagai solusi praktis—terutama ketika Anda masih menunggu jadwal tes internal kampus atau sedang mengejar deadline.
Jika Anda butuh tes prediksi yang bisa dikerjakan dari rumah, Kampung Inggris Pare (Webster) menyediakan rute berikut sebagai bahan pertimbangan:
- Tes WEPT Online digital version (prediksi TOEFL-like) untuk pemetaan Listening–Structure–Reading
- Panduan memilih sertifikat digital vs hard copy saat mengejar deadline unggah
Disclaimer penerimaan: tes prediksi/TOEFL-like tidak otomatis diterima semua kampus/prodi. Jika kampus menyebut “ETS/IELTS” atau daftar tes tertentu, ikuti persyaratan resmi kampus.
FAQ – S2 & PPDS
- Q: Apakah semua S2 dalam negeri menerima TOEFL prediksi untuk daftar?
A: Tidak. Banyak kampus menerima tes internal atau sertifikat “setara TOEFL” dari lembaga yang diakui, tetapi sebagian prodi mewajibkan jenis tes tertentu. Jadikan tes prediksi sebagai alat pemetaan dan pastikan aturan prodi. - Q: Kalau pengumuman menulis “setara TOEFL”, apakah itu berarti bebas pilih penyelenggara?
A: Tidak selalu. “Setara TOEFL” biasanya tetap mensyaratkan penyelenggara yang diakui kampus/prodi. Rujuk halaman penerimaan resmi (contoh: syarat magister UNDIP) lalu konfirmasi ke admin prodi bila masih abu-abu. - Q: Untuk PPDS, apakah tes bahasa Inggris biasanya hanya lampiran dokumen?
A: Seringnya tidak. Pada beberapa jalur, bahasa Inggris menjadi bagian dari ujian masuk (contoh: SIMAK UI menuliskan TPA & Bahasa Inggris sebagai ujian). Karena itu, persiapan sebaiknya mengarah pada standar yang diminta kampus. - Q: Berapa skor minimal yang “aman” untuk S2?
A: Tidak ada angka universal karena berbeda antar kampus/prodi. Banyak prodi memakai ambang 450–500 (setara TOEFL PBT) atau standar internal tertentu. Cara paling aman: baca syarat prodi Anda dan lihat apakah ada ambang minimal. - Q: Saya deadline unggah besok, apa langkah tercepat yang tetap aman?
A: Pastikan dulu portal kampus menerima jenis sertifikat yang Anda punya. Jika masih tahap awal dan kampus memakai frasa umum, Anda bisa menyiapkan tes prediksi sebagai pemetaan dan berkas awal, lalu susulkan tes yang diminta sebelum tahap akhir. Untuk opsi tes prediksi dari rumah, mulai dari halaman Tes WEPT Online digital version dan pastikan Anda tetap mengikuti aturan kampus tujuan.
Siap Amankan Syarat Bahasa Inggris S2/PPDS Tanpa Panik Deadline?
Mulailah dari hal yang paling menentukan: pahami jenis tes yang diterima prodi, cek masa berlaku sertifikat, lalu susun strategi “pendaftaran awal vs tahap akhir”. Jika Anda butuh pemetaan cepat agar tidak salah arah belajar dan tidak terlambat menyiapkan berkas, Anda bisa memulai dari tes prediksi TOEFL-like yang bisa dikerjakan dari rumah. Banyak pendaftar dari Kampung Inggris Pare, Kediri memilih rute ini untuk mengukur kemampuan lebih dulu, lalu menargetkan tes resmi/tes internal kampus sesuai ketentuan prodi. Mulai persiapan Anda melalui Tes WEPT Online digital version dan gunakan checklist unggah di atas agar dokumen Anda rapi saat pendaftaran.


